hari kamis kemarin salah satu teman saya pergi. Kara harus pindah ke Montreal, Kanada. Si pemain saxophone yang manis, baik, suka mengenalkan kami sama mainan yang bodor2 kayak twister, tapi juga jarang mandi, hahaha.
Dan saya nggak bisa ketemu dia kemaren—hari terakhirnya untuk kumpul2 dengan kami—karena adek saya sakit. Jadi saya hanya nitip kado perpisahan sama surat (semua ngasih surat untuk dia, satu-satu) aja.
Tadi saya kirim SMS untuk minta maaf karena nggak bisa ketemu kemaren…dan akhirnya jadi SMS-an panjang. Yang paling kerasa ‘oh-dia-betulan-akan-pergi’ adalah waktu Kara bilang,’ ntar kapan2 kita kumpul2 lagi ya!’
Kapan-kapannya nggak tahu kapan, hehehe. Dia nggak tahu kapan balik lagi ke Indonesia karena bapak-ibunya nggak pulang tahun depan; dia pengen pulang tahun depan tapi betul-betul harus nabung dulu.
Katanya, dia nggak nangis karena kayak belum sadar mau pisah. Saya juga baru ngeh tadi. Biasanya Kara maen sama kami di sekolah, malah saya tau dia dari kelas 1 SMP, tapi saya baru temenan beneran sama dia sejak kelas 1 SMA dan nggak selalu kumpul2 tiap kali ketemu. Dan gobloknya, saya baru tau bener dia 4 hari yang lalu. Hari minggu kemaren.
Saya mengakhiri SMS saya dengan ‘dadah!’ dan dia juga sama. Kata yang sama yang kami ucapkan waktu berpisah setelah istirahat usai untuk ketemu lagi di istirahat kedua atau malah waktu lagi pindah kelas. Kata yang sama yang kami ucapkan tiap pulang sekolah—dan keesokannya kita bertemu lagi. Tapi perpisahan yang ini beda; kami nggak tahu lagi kapan ketemunya.
Sekarang memang ada YM buat berkomunikasi, ada facebook untuk melihat seperti apa orang ini sekarang, tapi tetep buat saya kehadiran seseorang nggak bisa digantikan dengan media itu.
Jadi, kara, selamat jalan—dan ayo kumpul2 lagi secepetnya!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
kangen kara ya ret
miss her so badly :((
reet hiks coba y klo dulu aku mo ngmng jujur, rame kyknya ;P
haha g blg2 nulis blog jg
aduh kt2nya puitis bgt y haha
kyknya gw mah mo bikin blog baru lg deh :)
Posting Komentar